Tampilkan postingan dengan label anggrek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anggrek. Tampilkan semua postingan
Anggrek Kebutan (Ascocentrum miniatum)

Anggrek Kebutan (Ascocentrum miniatum)

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Sub kingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Orchidales
Famili: Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)
Genus: Ascocentrum
Spesies: Ascocentrum miniatum

Ciri - ciri fisik
Jenis anggrek ini mempunyai bunga yang sangat menarik dengan warna yang sangat mencolok, yaitu orange. Satu tangkai bunga terdiri dari beberapa kuntum bunga yang memiliki ukuran kecil. Warna yang cerah (orange) dan kecilnya ukuran satu kuntum bunganya adalah salah satu daya tarik tersendiri bagi anggrek kebutan ini. Bunga yang berkarakter inilah yang memudahkan dalam identifikasi anggrek ini, jika dibandingkan dengan anggrek lain.

Konservasi
Penyebaran anggrek ini cukup luas di seluruh Jawa, dari dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu pada ketinggian 0-1200 m dpl. Selain di Jawa, anggrek ini juga sempat dijumpai tersebar luar dari Himalaya melalui Thailand, Semenanjung Malaysia dan Pulau Sumatera. Selain itu anggrek ini juga ditemukan di hutan jati di daerah yang lembab.
Nasibnya sama dengan anggrek selop , keindahan bunganyalah yang menyebabkan kehidupan anggrek ini sangat terancam di alam atau habitat aslinya. Berdasarkan status kelangkaannya Ascocentrum Miniatum merupakan salah satu jenis anggrek langka yang masuk dalam daftar CITES Appendix II. Pelestarian anggrek ini mutlak diperlukan untuk menjaga keberadaannya di alam Nusantara ini

Anggrek ini dikategorikan sebagai tanaman yang dilindungi berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 7 tahun 1999. Sehingga tumbuhan berfamili Orchidaceae ini tidak diperbolehkan diperjualbelikan kecuali untuk generasi ketiga. Generasi ketiga adalah tumbuhan hasil penangkaran yang telah mendapatkan izin dari pihak yang berwenang, biasanya BKSD. 

Anggrek Kebutan (Ascocentrum miniatum)

Anggrek Kebutan (Ascocentrum miniatum)

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Sub kingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Orchidales
Famili: Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)
Genus: Ascocentrum
Spesies: Ascocentrum miniatum

Ciri - ciri fisik
Jenis anggrek ini mempunyai bunga yang sangat menarik dengan warna yang sangat mencolok, yaitu orange. Satu tangkai bunga terdiri dari beberapa kuntum bunga yang memiliki ukuran kecil. Warna yang cerah (orange) dan kecilnya ukuran satu kuntum bunganya adalah salah satu daya tarik tersendiri bagi anggrek kebutan ini. Bunga yang berkarakter inilah yang memudahkan dalam identifikasi anggrek ini, jika dibandingkan dengan anggrek lain.

Konservasi
Penyebaran anggrek ini cukup luas di seluruh Jawa, dari dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu pada ketinggian 0-1200 m dpl. Selain di Jawa, anggrek ini juga sempat dijumpai tersebar luar dari Himalaya melalui Thailand, Semenanjung Malaysia dan Pulau Sumatera. Selain itu anggrek ini juga ditemukan di hutan jati di daerah yang lembab.
Nasibnya sama dengan anggrek selop , keindahan bunganyalah yang menyebabkan kehidupan anggrek ini sangat terancam di alam atau habitat aslinya. Berdasarkan status kelangkaannya Ascocentrum Miniatum merupakan salah satu jenis anggrek langka yang masuk dalam daftar CITES Appendix II. Pelestarian anggrek ini mutlak diperlukan untuk menjaga keberadaannya di alam Nusantara ini

Anggrek ini dikategorikan sebagai tanaman yang dilindungi berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 7 tahun 1999. Sehingga tumbuhan berfamili Orchidaceae ini tidak diperbolehkan diperjualbelikan kecuali untuk generasi ketiga. Generasi ketiga adalah tumbuhan hasil penangkaran yang telah mendapatkan izin dari pihak yang berwenang, biasanya BKSD. 


Anggrek Korbias (Fornicatus Corybas)

Anggrek Korbias (Fornicatus Corybas)

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Orchidales
Famili: Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)
Genus: Corybas
Spesies: Corybas fornicatus

Ciri - ciri Fisik
Spesies ini memiliki beberapa akar , digantikan oleh pasangan kecil umbi bulat telur, batang pendek dan tegak dengan daun basal tunggal, herba, datar dan halus; bunga kecil dan pendek dengan hanya sedikit bunga dengan warna yang lembut, ressupinada; segmen bunga bebas, bagian sepal dorsal jauh lebih besar daripada segmen lainnya, jatuh, menyembunyikan sebagian besar bunga, bagian sepal dan lateral kelopak yang serupa tetapi yang terakhir lebih kecil; bagian bibir jauh lebih kecil dari segmen yang tersisa, sederhana dengan tepi melengkung dalam hati; Kolom memiliki sayap menyatu bersama tubuh halus, tebal dasar, tanpa kaki, dengan antera terminal persisten berisi empat pollinia cream warna tidak merata, tetap langsung di viscidium . Dengan posisi bagian sepal dorsal jatuh, bersembunyi bunga di dalam, sedikit yang diketahui tentang mekanisme penyerbukan spesies ini, observasi masih terhambat oleh budidaya yang rumit.

Konservasi
Anggrek Korbias (Fornicatus Corybas) adalah spesies dari anggrek termasuk dalam subtribe acianthinae , berasal dari malaysia barat sampai Bali . Anggrek ini berukuran kecil dan halus, merupakan tumbuhan semusim, tersembunyi di antara dedaunan, sehingga beberapa terlihat di alam. mereka Kering selama musim kemarau dan kembali ke tumbuh selama waktu cuaca lebih ringan atau pada musim penghujan, yang bervariasi tergantung pada iklim daerah di mana mereka berada.

Pada tahun 2002, Clements dan Jones mengusulkan pembagian Corybas dalam berbagai genre. Karena tidak diketahui apakah akan ada konsensus tentang usulan ini dalam komunitas ilmiah, di sini kita membawa segala macam lagi menurut klasifikasinya. Baru dicatat dalam tabel.

Anggrek ini dikategorikan sebagai tanaman yang dilindungi berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 7 tahun 1999. Sehingga tumbuhan berfamili Orchidaceae ini tidak diperbolehkan diperjualbelikan kecuali untuk generasi ketiga. Generasi ketiga adalah tumbuhan hasil penangkaran yang telah mendapatkan izin dari pihak yang berwenang, biasanya BKSD.
Anggrek Hartinah (Cymbidium hartinahianum)

Anggrek Hartinah (Cymbidium hartinahianum)

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Orchidales
Famili: Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)
Genus: Cymbidium
Spesies: Cymbidium hartinahianum

Anggrek Hartinah atau Anggrek Tien Soeharto (Cymbidium hartinahianum) merupakan salah satu jenis tumbuhan anggrek yang endemik (hanya tumbuh di daerah tertentu) Sumater Utara, Indonesia. Jenis anggrek yang diketemukan pertama kali pada tahun 1976 ini bisa diketemukan di Desa Baniara Tele Kecamatan Harian Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Anggrek Tien Soeharto atau sering disebut juga sebagai Anggrek Hartinah (Cymbidium hartinahianum) merupakan anggrek tanah yang hidup merumpun.

Ciri-ciri Fisik
Anggrek Hartinah (Tien Soeharto) merupakan salah satu anggrek tanah dengan pertumbuhan merumpun. Spesies anggrek ini menyukai tempat terbuka diantara rerumputan serta tanaman lain seperti jenis paku-pakuan, kantong semar, dan lain-lain pada ketinggian 1.700 meter diatas permukaan laut.
Daunnya berbentuk pita berujung meruncing dengan panjang 50-60 cm. Bunganya berbentuk bintang bertekstur tebal. Daun kelopak dan daun mahkotanya hampir sama besar, permukaan atasnya berwarna kuning kehijauan dan permukaan bawahnya kecoklatan dengan warna kuning pada bagian tepinya.

Konservasi
Anggrek Hartinah atau Tien Soeharto (Cymbidium hartinahianum) merupakan tumbuhan endemik Sumatera Utara sehingga dalam habitat alami hanya dapat diketemukan di Sumatera Utara saja. Habitatnya dapat ditemukan di Desa Baniara Tele Kecamatan Harian Kabupaten Samosir (berbatasan dengan Kabupaten Dairi).

Anggrek ini dikategorikan sebagai tanaman yang dilindungi berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 7 tahun 1999. Sehingga tumbuhan berfamili Orchidaceae ini tidak diperbolehkan diperjualbelikan kecuali untuk generasi ketiga. Generasi ketiga adalah tumbuhan hasil penangkaran yang telah mendapatkan izin dari pihak yang berwenang, biasanya BKSD.

Penamaan pada jenis anggrek ini merupakan penghargaan atas jasa-jasa Ibu Tien Soeharto dalam rangka pengembangan dunia peranggrekan di Indonesia.
Anggrek Hartinah ini telah dapat ditangkarkan di luar habitat aslinya. Salah satunya adalah di Kebun Raya Bogor.
 Dendrobium d’albertisii (Anggrek albert)

Dendrobium d’albertisii (Anggrek albert)

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom : Plantae
Division : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Order : Asparagales
Family : Orchidaceae
Subfamily : Epidendroideae
Tribe : Dendrobieae
Subtribe : Dendrobiinae
Genus : Dendrobium
Species : Dendrobium antennatum
Sinonim :
Callista antennata (Lindl.) Kuntze 1891, Ceratobium antennatum (Lindl.) M.A.Clem. & D.L.Jones 2002, Ceratobium dalbertisii (Rchb.f.) M.A.Clem. & D.L.Jones 2002, Dendrobium d’albertissi Rchb.f 1878
Kerabat DekatAnggrek Karawai, Anggrek Merpati, Anggrek Stuberi, Anggrek Jamrud, Anggrek Karawai, Anggrek Larat, Anggrek Kelembai

Sebaran Wilayah

Papua Indonesia, Queensland Australia, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan pulau-pulau sekitarnya, hidup di cabang-cabang pohon tinggi di hutan pantai, hutan bakau, padang rumput dan hutan hujan pada ketinggian di bawah 1.200 meter

Ciri - Ciri Fisik
Bentuk batang berukuran dari kecil ke besar, tegak, silinder, tebu-tebuan membengkak, daun sempit lonjong, dan longgar, panjang 25 cm,
Bunganya awet, memiliki aroma lembut, dan anggrek ini termasuk jenis ‘evergreen’. jumlah bunga 3 -15 bunga.
Dinamai antennatum karena petalnya tegak menyerupai tanduk antelope. Anggrek ini jg menyukai kelembaban. Bersifat epifit di pepohonan. Sering juga disebut sebagai anggrek kelinci, dilihat dari bentuk petal yg tegak seperti telinga kelinci. bentuk bunga : Spatulata, Ukuran Bunga : 7.5 cm
berbunga pada bulan-bulan musim panas. Bahkan tiap tahun dalam kondisi lembab dengan cahaya terang

Anggrek ini dikategorikan sebagai tanaman yang dilindungi berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 7 tahun 1999. Sehingga tumbuhan berfamili Orchidaceae ini tidak diperbolehkan diperjualbelikan kecuali untuk generasi ketiga. Generasi ketiga adalah tumbuhan hasil penangkaran yang telah mendapatkan izin dari pihak yang berwenang, biasanya BKSD.